Customer Service
+6281226826502

5 Cara Kerja Vaksin Sinovac Cegah Corona

  • 7 January 2021

Sinovac merupakan salah satu jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia. Vaksin Covid-19 Sinovac menggunakan metode inactivated untuk mematikan virus sehingga vaksin tidak mengandung virus hidup atau yang dilemahkan. New York Times menjelaskan 5 cara kerja vaksin Sinovac, yaitu:

1. Terbuat dari virus corona

Vaksin bekerja dengan mengajarkan sistem kekebalan untuk membuat antibodi melawan virus corona. Antibodi menempel pada protein virus. Untuk membuat vaksin, para peneliti Sinovac memulai dengan mengambil sampel virus corona dari pasien di China, Inggris, Italia, Spanyol, dan Swiss yang pada akhirnya satu sampel dari China menjadi dasar untuk pembuatan vaksin.

2. Membunuh virus

Para peneliti menumbuhkan stok besar virus corona di sel ginjal monyet dan kemudian mereka menyiram virus dengan bahan kimia yang disebut beta-propiolakton. Senyawa tersebut menonaktifkan virus corona dengan cara mengikat pada gennya. Virus corona yang tidak aktif tidak bisa lagi bereplikasi. Tetapi protein mereka tetap utuh.

Para peneliti lalu mengambil virus yang tidak aktif dan mencampurkannya dengan sejumlah kecil senyawa berbasis aluminium yang disebut adjuvanAdjuvan merangsang sistem kekebalan untuk meningkatkan responsnya terhadap vaksin.

3. Mendorong respon kekebalan tubuh

Karena virus corona saat divaksin sudah mati, mereka dapat disuntikkan ke lengan tanpa menyebabkan Covid-19. Begitu masuk ke dalam tubuh, beberapa virus yang tidak aktif ditelan oleh sel pembawa antigen.

Sel yang menyajikan antigen merobek virus corona dan menampilkan beberapa fragmennya di permukaannya. Apa yang disebut sel T dapat mendeteksi fragmen tersebut. Jika fragmen cocok dengan salah satu protein permukaannya, sel T menjadi aktif dan dapat membantu mearik sel kekebalan lain untuk merespons vaksin.

4. Memproduksi antibodi

Jenis sel kekebalan lain (kita sebut dengan sel B) dapat menghadapi virus corona yang tidak aktif. Sel B memiliki protein dalam berbagai bentuk dan beberapa memiliki bentuk yang tepat untuk menempel pada virus corona. Ketika sel B terkunci, ia dapat menarik sebagian atau seluruh virus ke dalam dan menampilkan fragmen virus corona di permukaannya.

Sel T yang diaktifkan melawan virus corona dapat menempel pada fragmen yang sama. Ketika itu terjadi, sel B juga diaktifkan. Ia berkembang biak dan mengeluarkan antibodi yang memiliki bentuk sama dengan protein permukaannya.

5. Menghentikan Virus

Setelah divaksinasi sistem kekebalan dapat merespons infeksi virus corona. Sel B menghasilkan antibodi yang menempel pada lawan. Antibodi yang menargetkan protein dapat mencegah virus memasuki sel. Jenis antibodi lain dapat memblokir virus dengan cara lain.

Meskipun vaksin dapat memberikan perlindungan terhadap virus corona, namun belum ada yang dapat mengatakan berapa lama perlindungan tersebut bertahan. Mungkin saja tingkat antibodi menurun selama beberapa bulan. Tetapi sistem kekebalan juga mengandung sel khusus yang disebut sel B yang mungkin menyimpan informasi tentang virus corona selama bertahun-tahun atau bahkan beberapa dekade.